Spesialisasi dalam Bidang Akuntansi
Spesialisasi dalam Bidang Akuntansi
Baca Juga
- 2019 IIA Indonesia National Conference
- The Audit of Future
- Contoh Kasusu Korupsi (Fraud)
- Kasus Audit Asset Tetap serta Solusi
- Blockchain dan Kaitannya dengan Audit
Dengan adanya kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi yang cepat akuntansi mengalami perkembangan ke dalam bidang-bidang khusus. Bidang-bidang khusus dalam akuntansi tersebut adalah sebagai berikut
1. Akuntansi Intern
Akuntansi intern merupakan serangkaian kegiatan akuntansi yang dilakukan di dalam perusahaan (intem perusahaan). Beberapa bidang spesialisasi akuntansi yang terdapat di dalam perusahaan adalah sebagai berikut
Akuntansi keuangan adalah bidang akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan yang terutama ditujukan untuk pihak luar yang berkepentingan terhadap perusahaan. Informasi keuangan tersebut berupa laporan keuangan
yang terdiri dari neraca, laporan perhitungan rugi laba, laporan
perubahan modal, dan laporan perubahan posisi keuangan. Adapun
pihak-pihak di luar perusahaan yang berkepentingan terhadap laporan
keuangan tersebut antara lain investor, kreditur, lembaga pemerintah,
dan lain-lain. Selain itu, informasi keuangan yang dihasilkan oleh
akuntansi keuangan digunakan juga oleh pihak intern perusahaan
(manajemen) dalam pengambilan keputusan. Karena akuntansi keuangan
ditujukan untuk menyediakan informasi keuangan kepada semua pihak yang
berkepentingan maka laporan keuangan tersebut harus bersifat umum
sehingga dapat diterima oleh semua pihak.
Akuntansi keuangan
yang menyajikan laporan keuangan merupakan hasil penerapan
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku dan diakui secara umum. Laporan
keuangan dihasilkan dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun
sekali atau pada setiap akhir periode akuntansi. Akuntansi keuangan
berorientasi pada waktu yang lalu, artinya bahwa apa yang dihasilkan
oleh akuntansi keuangan merupakan gambaran dari berbagai
kejadian/transaksi yang telah terjadi di masa lalu (historis) yang
menyebabkan perubahan terhadap sumber-sumber ekonomi dan kewajiban, dan dinyatakan secara kuantitatif dalam satuan mata uang.
b. Akuntansi Manajemen
Akuntansi manajemen
merupakan akuntansi yang bertujuan menghasilkan informasi keuangan
untuk kepentingan manajemen (pihak intern perusahaan) dalam usaha
mencapai tujuan perusahaan. Informasi tersebut diperlukan oleh manajemen
untuk pengambilan berbagai keputusan manajemen serta menilai
hasil-hasil yang sudah diperoleh perusahaan.
Berbeda dengan akuntansi keuangan, akuntansi manajemen tidak terikat pada pelaksanaan prinsip-prinsip akuntansi.
Selain itu, akuntansi manajemen berorientasi pada waktu yang akan
datang yaitu memberikan gambaran mengenai altematif keputusan yang
mungkin akan diambil di masa yang akan datang.
c. Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya merupakan bidang khusus akuntansi
yang bertujuan untuk mencatat, menghitung, menganalisis, mengawasi, dan
melaporkan pada manajemen mengenai biaya-biaya yang terjadi selama
proses produksi. Akuntansi biaya juga dimaksudkan untuk menentukan harga
pokok produksi dan pengendalian biaya produksi. Di samping itu,
akuntansi biaya juga berfungsi menyusun dan menaksirkan data
biaya baik biaya sebenarnya maupun biaya-biaya yang ditaksir, yang akan
digunakan oleh pimpinan perusahaan mengontrol operasi-operasi sekarang
maupun merencanakan operasi-operasi yang akan datang.
d. Akuntansi Peranggaran
Akuntansi peranggaran
merupakan suatu perencanaan dalam hal keuangan yang dimaksudkan untuk
mengadakan pengawasan dan pengendalian terhadap operasi perusahaan.
Untuk mengetahui sejauh mana rencana tersebut dapat terlaksana biasanya
pada akhir periode diadakan perbandingan antara rencana dan basil
operasi yang sebenarnya sehingga manajemen dapat mengetahui bagian mana
yang mengalami penyimpangan, dan menemukan cara mengatasinya.
e. Pemeriksaan Intern
Pemeriksaan intern (internal audit)
merupakan pemeriksaan terhadap data akuntansi yang diolah dalam proses
akuntansi (pembukuan) sehingga dapat diperoleh informasi akuntansi yang
tepat dan dapat dipercaya. Pemeriksaan ini dilakukan oleh
akuntan-akuntan intern yang bekerja di perusahaan itu.
f. Perancangan Sistem Informasi
Berbagai pihak yang berkepentingan
terhadap perusahaan membutuhkan informasi keuangan maupun non-keuangan
dari perusahaan tersebut. Untuk itu perlu diciptakan suatu sistem yang
dapat menghasilkan informasi yang akurat dan tepat waktu serta
bermanfaat bagi pemakainya. Dengan sistem informasi yang baik akan
memungkinkan pimpinan perusahaan mengidentifikasikan dan menangani
masalah dengan seksama, selain itu berbagai kegiatan dalam perusahaan
dapat dilaksanakan secara efisien.
g. Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi
merupakan bidang khusus dari akuntansi yang mencakup perencanaan dan
penyusunan teknik, metode, dan prosedur pencatatan dan pelaporan
data-data keuangan perusahaan sehingga ada pengawasan intem yang baik.
Pengawasan intern adalah suatu sistem pengawasan dengan menciptakan
suatu struktur organisasi yang memungkinkan adanya pembagian tugas dan
wewenang di antara personalia yang cakap dan praktek-praktek yang sehat.
Sistem yang dibuat oleh akuntan tersebut harus mengandung unsur
memeriksa dan mencocokkan (check and balance) sehingga berfungsi untuk
melindungi harta kekayaan perusahaan. Selain itu, sistem tersebut juga
harus mencerminkan arus informasi yang efisien dan berguna bagi
manajemen.
2. Akuntan Publik
Akuntansi publik merupakan suatu bidang kegiatan yang dilakukan oleh para akuntan publik, akuntan publik menyediakan berbagai macam jasa untuk membantu perusahaan yang antara lain berupa jasa perpajakan, jasa auditing atau pemeriksaan atas kewajaran laporan keuangan, dan jasa konsultasi manajemen. Berbagai jasa yang diberikan oleh akuntan publik tersebut memunculkan bidang-bidang spesialisasi dalam akuntansi yaitu Akuntansi perpajakan, Pemeriksaan akuntansi, dan jasa konsultasi manajemen.a. Akuntansi Perpajakan
Setiap perusahaan selalu berhubungan dan berurusan dengan masalah perpajakan. Untuk itu, sebuah perusahaan membutuhkan akuntan yang mengetahui konsep, metode, cara pelaporan, dan peraturan/undang-undang perpajakan. Dalam hal ini, akuntan bertugas antara lain membantu menetapkan besarnya pajak yang harus dibayar oleh perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penetapan pajak tersebut didasarkan pada Laporan Perhitungan Rugi Laba perusahaan. Selain itu, akuntan juga berperan dalam perencanaan pajak (misalnya memberikan nasihat tentang cara meminimalkan laba jika memungkinkan, metode akuntansi yang diterapkan), pelaksanaan administrasi perpajakan (misalnya mengisi Surat Pemberitahuan Pajak-SPT), atau mewakili perusahaan di kantor pajak. Berbagai pekerjaan akuntan yang berhubungan dengan masalah perpajakan itulah yang dinamakan akuntansi perpajakan.
b. Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)
Laporan keuangan suatu perusahaan perlu dinilai kelayakan dan kewajarannya sebelum laporan itu diinformasikan kepada pihak luar. Suatu laporan keuangan dapat dikatakan layak dan wajar apabila telah sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum. Untuk itu, sebelum laporan keuangan tersebut dikeluarkan untuk kepentingan publik perlu diperiksa terlebih dahulu agar laporan itu dapat dipercaya. Pemeriksaan tersebut diawali dengan melakukan pemeriksaan terhadap data-data akuntansi yang ada di perusahaan serta memeriksa kecermatan dalam melakukan pembukuan terhadap data-data tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan oleh akuntan publik yang dipekerjakan oleh suatu perusahaan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Selain melakukan pemeriksaan mereka memberikan pendapat dan penilaian secara bebas mengenai kejujuran dan kebenaran dari laporan keuangan tersebut
c. Jasa Konsultasi Manajemen (Management Advisory Service)
Jasa konsultasi manajemen merupakan pelayanan yang diberikan oleh akuntan publik (ekstern) mengenai berbagai masalah manajemen yang timbul dalam perusahaan. Kegiatan ini antara lain membantu pimpinan perusahaan dalam membuat anggaran sebagai alat perencanaan dan pengawasan.
3. Akuntansi Pemerintahan
Lembaga-lembaga pemerintahan meskipun bukan merupakan lembaga yang bertujuan mencari laba, seperti perusahaan, juga memerlukan akuntansi. Dalam menjalankan fungsinya tembaga pemerintahan melakukan berbagai pengeluaran untuk membiayai kegiatannya dan juga melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan pemasukan guna menutupi biaya-biaya yang dikeluarkannya. Dengan demikian akuntansi pemerintahan merupakan kegiatan akuntansi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemerintahan mengenai keuangan negara terutama realisasi pelaksanaan anggaran negara. Akuntansi pemerintahan juga mencakup pengendalian dan pengawasan terhadap pengeluaran melalui anggaran negara.4. Akuntansi Sosial
Akuntansi sosial mencakup bidang yang luas yaitu memberikan informasi mengenai data-data ekonomi makro. Data-data yang dihasilkan oleh akuntansi sosial biasanya mengenai kondisi perekonomian nasional suatu negara, seperti pendapatan nasional, konsumsi nasional, investasi nasional, pembelanjaan nasional, dan lain-lain. Akuntansi sosial sering disebut juga dengan akuntansi pendapatan nasional,5. Akuntansi Internasional
Akuntansi internasional mencakup bcibagai transaksi yang terjadi dalam perdagangan internasional (antarnegara). Perdagangan internasional ini biasanya terjadi antara perusahaan-perusahaan multinasional yaitu perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara.Jabatan dalam Bidang Akuntansi
Akuntansi telah mengalami perkembangan pesat ke arah yang sifatnya profesi dalam bidang pekerjaan, seperti kedokteran, arsitektur, notariat, dan lain-lain. Berbagai profesi atau jabatan dalam bidang akuntansi yang terdapat dalam masyarakat adalah sebagai berikut.1. Akuntan Intern (Private Accountant)
Sebuah perusahaan memerlukan jasa dari para akuntan untuk menangani pekerjaan akuntansi perusahaan yang antara lain mencakup penghitungan biaya produksi dan harga jual, penyusunan anggaran belanja perusahaan, serta menyusun sistem informasi akuntansi untuk kepentingan manajemen. Untuk kepentingan ini perusahaan mempunyai seorang atau lebih akuntan yang bekerja di perusahaan itu. Akuntan yang bekerja di suatu perusahaan tersebut dinamakan akuntan intern.
2. Akuntan Publik (Ekstern)
Suatu perusahaan dapat mempunyai seorang pekerja tetap/penuh sebagai akuntan yang bekerja untuk perusahaan tersebut Akan tetapi, suatu perusahaan dapat pula memerlukan pihak ketiga yang diserahi tugas untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan tersebut Hal ini terjadi karena pada saat tertentu suatu perusahaan memerlukan jasa akuntan yang bukan berasal dari dalam perusahaan. Misalnya, perusahaan akan mengeluarkan laporan keuangan untuk pihak luar sehingga laporan itu periu diperiksa dan dinilai oleh akuntan dari luar perusahaan (pihak ketiga) dengan tujuan agar hasil pemeriksaan dan penilaian (pendapat) mengenai kondisi keuangan dan hasil yang dicapai oleh perusahaan bersifat objektif Akuntan pihak ketiga yang melayani jasa iniJz/wg/pemeriksaan akuntansi bagi perusahaan-perusahaan tersebut dinamakan akuntan publik atau akuntan ekstern. Para akuntan publik biasanya membuka kantor akuntan yang dilakukan secara perseorangan maupun bekerja sama dengan akuntan publik lainnya. Mereka juga memberikan pelayanan kepada pihak lain (klien) yang memerlukan, misalnya nasihat di bidang perpajakan, penyusunan sistem akuntansi, dan pelayanan konsultasi manajemen.
3. Akuntan Pemerintah
Akuntansi tidak hanya dibutuhkan oleh
suatu perusahaan atau organisasi bisnis lainnya, seperti bank,
supermarket, rumah sakit, dan lain-lain. Akuntansi juga diperlukan
dalam lembaga-lembaga non-bisnis seperti lembaga pemerintahan. Karena
itu lembaga pemerintahan, misalnya BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan
Pembangunan), Direktorat Pajak, Departemen Penerangan dan departemen
lainnya, juga memerlukan para akuntan yang bertugas menangani dan
mengawasi keuangan negara. Para akuntan yang bekerja pada berbagai
lembaga/kantor pemerintahan tersebut disebut sebagai akuntan pemerintah.
4. Akuntan Pendidik
Seorang akuntan ada pula yang bekerja di dunia pendidikan. Akuntan jenis inilah yang disebut sebagai akuntan pendidik. Akuntan pendidik
biasanya bekerja sebagai dosen di perguruan tinggi (universitas,
sekolah tinggi, akademi). Pekerjaan mereka adalah menyiapkan calon-calon
akuntan dengan mendidik serta memberikan ilmu akuntansi.
Demikianlah sekilas tentang Spesialisasi dalam Bidang Akuntansi, semoga bermanfaat.
0 komentar :
Contact
Popular Posts
-
Perbedaan antara bunga dan bagi hasil Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future ...
-
Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future Contoh Kasusu Korupsi (Fraud) Kasus Audit Asset Tetap sert...
-
Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future Contoh Kasusu Korupsi (Fraud) Kasus Audit Asset Tetap s...
-
Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future Contoh Kasusu Korupsi (Fraud) Kasus Audit Asset Tetap serta Solu...
-
Tahap-Tahap Audit Operasional Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future Contoh Kasusu Ko...
-
Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future Contoh Kasusu Korupsi (Fraud) Kasus Audit Asset Tetap serta ...
-
Empat Alasan Presiden Mesir Digulingkan Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future Contoh Kasusu Korup...
-
Wew!! Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future Contoh Kasusu Korupsi (Fraud) Kasus Audit Asset Tetap ...
-
from : www.akmalhwk.blogspot.com Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future Contoh Kasusu Korupsi (Frau...
-
Spesialisasi dalam Bidang Akuntansi Baca Juga 2019 IIA Indonesia National Conference The Audit of Future Contoh Kasu...
Post a Comment